info pegi

Showing posts with label Seks Oral. Show all posts
Showing posts with label Seks Oral. Show all posts

Wednesday, October 27, 2010

Kalau Istri Menuntut Seks Oral

Kamis, 4 Maret 2010 | 08:24 WIB
Shutterstock
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebetulnya ia tidak keberatan istri meminta oral sex. Ia jadi bertanya-tanya karena istri hanya puas dengan oral sex, bukan hubungan seksual. Normalkah istrinya? Adakah dampak negatifnya bagi suami?

“Saya mau berkonsultasi mengenai masalah yang saya alami dengan istri. Kami sudah menikah tiga tahun. Dalam urusan hubungan seks sebenarnya tidak ada masalah, tetapi sejak setahun terakhir, istri selalu menuntut minta oral sex. Setelah itu baru mau berhubungan seks, tetapi sering juga sudah orgasme dengan oral sex.

Istri saya mengaku tidak dapat mengalami orgasme bila hanya melakukan hubungan seks. Setahun lalu, waktu dia minta dilakukan oral sex, barulah dia bisa puas. Sejak itu dia menuntut terus oral sex.

Bagi saya sebenarnya tidak ada masalah karena istri juga mau melakukan oral sex untuk saya. Namun, kadang-kadang saya tidak senang melakukannya, apalagi kalau dia baru bangun tidur.

Pertanyaan saya, apakah istri normal kalau hanya bisa puas dengan oral sex? Mengapa istri tidak bisa puas bila melakukan hubungan seks? Apakah ada semacam gangguan jiwa?

Apa yang harus saya lakukan kalau istri menuntut oral sex, tetapi saya tidak senang melakukannya,misalnya karena dia belum mandi? Apakah tidak ada dampaknya melakukan oral sex?”

M.N., Jakarta

Menerima Rangsangan
Tidak sedikit pasangan suami istri yang melakukan oral sex, baik sebagai aktivitas pendahuluan sebelum melakukan hubungan seksual, maupun sebagai pengganti hubungan seksual pada keadaan tertentu.

Sepanjang dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dan menyenangkan kedua pihak, oral sex bukanlah masalah. Namun, kalau dilakukan tanpa kesepakatan dan hanya menyenangkan salah satu pihak, saya pikir tidak patut dilakukan.

Sebagian orang hanya mengartikan oral sex dilakukan oleh wanita terhadap pria. Padahal wanita, seperti juga pria, dapat menyenangi rangsangan melalui oral sex. Jadi, kalau istri Anda menuntut oral sex, itu bukan sesuatu yang aneh, apalagi kalau istri hanya dapat mencapai orgasme melalui cara itu.

Melalui oral sex, istri menerima cukup rangsangan seksual. Karena itu, dia dapat mencapai orgasme dan kepuasan seksual. Kegagalan istri mencapai orgasme melalui hubungan seksual, tentu disebabkan rangsangan seksual yang tidak cukup diterima.
Pertanyaannya, mengapa istri tidak cukup menerima rangsangan melalui hubungan seksual?

Kemungkinan jawabannya ialah posisi hubungan seksual tidak optimal bagi istri untuk menerima rangsangan seksual pada bagian yang peka rangsangan di kelamin. Kemungkinan lain, ereksi Anda tidak cukup baik atau Anda terlalu cepat mencapai ejakulasi, sehingga rangsangan untuk istri cepat berakhir.

Dengan oral sex, istri pasti menerima cukup rangsangan seksual, bahkan dalam waktu yang cukup. Karena itu, dia dapat mencapai orgasme dan merasa puas.

Persoalan Estetika
Tidak ada dampak buruk melakukan oral sex, asal Anda dan istri tidak mengalami salah satu jenis penyakit pada kelamin. Tentu saja mutlak harus ada kesepakatan bersama dan menyenangkan kedua pihak.

Keengganan Anda memenuhi permintaan istri untuk melakukan oral sex ketika baru bangun tidur, saya yakin itu hanya berkaitan dengan estetika. Hambatan itu dapat diatasi, misalnya dengan memintanya lebih dulu mandi. Sebaliknya demikian juga bila istri melakukan untuk Anda.

Sebenarnya inti kehidupan seksual suami istri ialah kesetaraan untuk kepentingan bersama. Jadi, suami jangan menganggap istri hanya sebagai objek seksual, dan juga sebaliknya.

Kehidupan seksual harus dibina bersama agar berlangsung harmonis untuk menunjang kebahagiaan keluarga. @   

Konsultasi Dijawab Prof. DR. dr. Wimpie Pangkahila Sp.And.

Cara Aman Melakukan Seks Oral

Senin, 22 Juni 2009 | 15:25 WIB
Shutter Stock
Ada beberapa cara untuk melakukannya dengan aman.
KOMPAS.com — Meskipun sudah ada berbagai peringatan seputar seks oral, misalnya bisa menyebabkan penularan virus penyakit, orang tidak lantas mengurangi aktivitas seks jenis ini. Maklumlah, banyak pasangan menganggap seks oral lebih memberikan rasa intim daripada intercourse-nya sendiri. Rangsangan klitoral secara langsung pada seks oral menyebabkan wanita lebih mudah mencapai orgasme, dibandingkan dengan melakukannya secara intercourse. Di lain pihak, kaum pria pun mendapatkan kenikmatan yang lebih intens dengan seks oral.
Namun bagi banyak pasangan lain, seks oral merupakan suatu tantangan tersendiri. Seks oral tidak akan dapat terjadi jika Anda masih malu-malu dengan pasangan. Untuk dapat melakukannya, lebih dulu kita harus merasa nyaman dengan si Mr P. Sedangkan bila Anda menjadi pihak yang menerima "layanan" tersebut, Anda pun harus merasa nyaman dengan Ms V Anda sendiri. Bila tidak nyaman, kita tidak akan mendapatkan kenikmatan yang diinginkan, atau memberikan kepuasan yang diharapkan pasangan.
"Oral sex memang merupakan salah satu aktivitas seksual yang paling erotis, menyenangkan, dan memuaskan, yang dapat Anda lakukan," jelas Dr Ava Cadell, sex therapist dan penulis buku The Pocket Idiot's Guide to Oral Sex. "Itu adalah satu bagian yang dibutuhkan untuk menjadi pecinta yang hebat. Jadi jika yang satu menginginkan, sedangkan yang lain menolak, hal itu bisa menyebabkan hubungan menjadi kacau."
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 90 persen pria dan wanita pernah melakukan oral sex dalam hidup mereka. Memang tidak berarti mereka masih melakukannya secara rutin, atau apakah mereka langsung menyukainya. Mengapa ada sebagian di antara mereka yang tidak melakukan atau bahkan ingin mencobanya, tak lain karena rasa khawatir akan higienitasnya. Yang lain tidak menyukai "rasanya" (meskipun sekarang sudah ada kondom beraneka rasa). Yang lainnya lagi khawatir tidak mampu melakukannya dengan baik. Sisanya cukup mengatakan bahwa menempatkan wajah begitu dekat pada bagian tubuh yang biasanya ditutupi adalah hal yang tidak menyenangkan.
Saling berkompromi
Kita memang tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak nyaman untuk kita, namun tak ada salahnya kita melakukan sesuatu untuk mengatasi kendala yang membatasi kenikmatan Anda maupun pasangan, bukan? Percaya tidak, hampir semua keengganan Anda mengenai oral sex ternyata dapat diatasi dengan penjelasan yang simpel.
"Jika Anda mempertanyakan kebersihan, Anda bisa kok mandi dulu bersama pasangan," kata Ian Kerner, penulis buku She Comes First and He Comes Next. "Jika seorang pria tidak suka melakukan seks oral untuk pasangannya, ia perlu tahu bahwa vagina itu memiliki self-cleaning ecosystem," jelasnya. Di lain pihak, tambahnya, jika wanita mengombinasikan oral seks dengan stimulasi manual (dengan tangan) untuk menghindari perasaan ingin tersedak, dan meminta pasangannya untuk tidak mendorong terlalu dalam, mereka bisa tetap berkompromi. Anda hanya perlu melakukannya perlahan-lahan.
Hal lain yang perlu Anda ketahui, pihak yang menerima seks oral seharusnya tidak menjadi satu-satunya yang menikmati sesi tersebut. Saat Anda memijat Mr P-nya, dan melihat betapa si dia menikmatinya, juga memberikan rangsangan tersendiri bagi Anda. Bahkan bila Anda suka memberikan seks oral untuk pasangan namun Anda sendiri tidak menyukainya—alias satu arah—pun tidak jadi masalah. Namun, Anda bisa mencoba mengenali penyebabnya. Sebab, "Orang-orang yang tidak menikmati seks oral biasanya memiliki hambatan psikologis," kata Dr Cadell.
Penyebabnya, karena salah satu pihak merasa terpaksa melakukannya. Misalnya, wanita yang sedang tidak mood untuk berhubungan seks, dipaksa memberikan seks oral (atau fellatio) kepada pasangannya. Atau, pria yang "bertekad" memberikan oral seks sampai pasangannya mencapai orgasme, padahal—lagi-lagi—pasangannya sedang tidak ingin berhubungan, atau merasa tidak nyaman melakukannya.
Jika memang Anda melakukan kompromi, seharusnya kompromi tersebut disetujui kedua belah pihak dan saling menyenangkan satu sama lain. "Jangan biarkan rasa takut menentukan apa yang harus Anda lakukan, tak terkecuali kesenangan seperti ini," demikian saran Dr Sharna L. Striar, sex therapist bersertifikasi yang berpraktik di New York City. "Seks oral harusnya menyenangkan, memberikan variasi, dan meningkatkan kenikmatan. Tetapi karena hal ini sangat intim sifatnya, Anda harus saling berkomunikasi mengenai apa yang diinginkan dan diperlukan."
Pastikan pula Anda sudah berkomunikasi sebelum melakukannya!

Agar Seks Oral Jadi Lebih Seru

Kamis, 18 Februari 2010 | 10:46 WIB
Shutter Stock
Ilustrasi
KOMPAS.com — Terkadang wanita malas melakukan seks oral. Bukan apa-apa, membayangkan seks oral kadangkala membuat ilfil karena pria sering kali ke kamar mandi untuk buang air kecil dan tidak dicuci bersih. Tidak seperti para wanita yang jelas mencucinya, bahkan mengelapnya hingga bersih. Kaum hawa sepertinya tidak yakin apakah pasangannya sudah membersihkannya dengan baik?
Selain kebersihan, tak terbayang rasanya jika para wanita melakukan seks oral  untuk membuat pria senang, tapi kaum Hawa sendiri menderita saat membayangkan seperti apa rasanya dan bagi mereka mungkin aneh. Sebagai pria, Anda mungkin tidak pernah merasakan sperma sendiri bukan?

Jadi, tak heran kadangkala kaum wanita merasa tidak menyukai permainan yang satu itu. Tetapi, bagi kaum pria, salah satu permainan seks yang paling menyenangkan adalah seks oral! Lalu, bagaimana agar membuat seks oral menjadi lebih menyenangkan? Siapa tahu, jika Anda sukses membuatnya lebih oke, si dia mau melakukannya lagi dan lagi... hmmm....

Bersih-bersih
Ya. kebersihan sangatlah penting agar mereka nyaman melakukan seks oral. Tidak hanya membuat dia nyaman mencobanya, tapi juga bereksplorasi. Terbayang betapa tidak nyamannya melakukan aktivitas ini bila organ intim Anda berbau tak enak!
Jangan lupa bahwa lidah akan berperan di sini. Jadi, mandilah dan bersihkan di bawah sana. Ingat bahwa aktivitas pria sehari-hari telah menyebabkan daerah bawah sana menjadi kurang menarik bagi para wanita. Jika perlu, mandilah berdua dengan si dia agar Anda berdua mengalami foreplay yang menarik. Tips terakhir, meski mencukur semua bulu tidaklah perlu, setidaknya janganlah membiarkan terlalu lebat di bawah sana. Seperti halnya pria yang menyukai kaum wanita yang penuh keindahan, sedikit kerapian akan sangat menunjang!

Buat suasana nyaman
Ini sangat penting! Bagi sebagian besar wanita, melakukan oral merupakan hal yang sangat penting. Buatlah keadaan yang nyaman, bangun suasana hati yang baik untuk pasangan. Bagi pria, tanyakanlah posisi yang membuat si dia rileks. Sekadar tips, tidak semua wanita suka saat Anda berdiri dan mengharapkannya di bawah sana, lalu Anda bertolak pinggang serasa raja, ataupun saat pasangan Anda sedang melakukannya. Anda pun tak boleh seenaknya mendorong kepala pasangan untuk lebih dalam menelan. Hey! Wanita bisa tersedak punya Anda! Jangan terpengaruh kebanyakan film yang Anda tonton, tak semua wanita bisa seperti itu!

Siapkan rasa
Pada umumnya, banyak dari kaum wanita yang tidak menyukai bila mereka harus menelan sperma, tapi mungkin si pria bisa membuat rasanya menjadi lebih menarik. Tahukah Anda bahwa apa yang dimakan seorang pria sangat berpengaruh pada rasa spermanya?

Jika pria suka makan sayuran, ini sangat baik untuk sang wanita, mengapa? Karena rasa sperma akan menjadi tidak sangat tajam. Jika tidak siap untuk hanya menyantap sayur tanpa daging, cobalah konsumsi buah seperti kiwi, semangka, nanas, dan seledri yang juga bisa "meringankan" rasa sperma. Bahkan, cobalah untuk makan buah plum, blueberry, cranberry karena akan membuat rasanya menjadi lebih manis. Sekadar info, bir dan kopi akan membuat rasanya menjadi agak pahit.

Buat permainan
Oke, katakanlah wanita pasangan Anda tetap tidak terlalu menyukainya, mungkin bisa Anda modifikasi dengan memberikan makanan seperti saus cokelat, whipped cream, atau makanan lainnya yang tersebar di area yang dituju dan juga di daerah lainnya sebagai tambahan permainan.

Tanyakan kesannya
Ini adalah hal paling penting. Jangan lupa untuk menanyakan kesan, bahkan jika perlu sanjung si dia dengan kalimat yang sangat memuji karena Anda telah diperlakukan bak seorang raja. Meskipun yang dia lakukan tidaklah sehebat itu, tetapi pasangan Anda sudah berusaha.

Jangan lupa juga memberikan petunjuk kecil dengan mengatakan 'lain kali kamu ke kiri sedikit' atau apa pun dengan senyuman manis. Yakinkan padanya bahwa itu lebih enak, tapi akan lebih enak lagi jika posisi di sebelah sana.

dr Intan Airlina Febiliawanti

Seks Oral Lebih Memuaskan Wanita?

Rabu, 13 Oktober 2010 | 11:56 WIB
Shutterstock
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com Para pria lebih cenderung mudah orgasme saat berhubungan intim lewat vagina, sementara para wanita lebih mudah orgasme dengan beragam posisi, terutama bila seks oral dan vaginal diikutkan.

Itu merupakan salah satu hasil survei terbaru yang dilakukan Pusat Promosi Kesehatan Seksual (Center for Sexual Health Promotion) Universitas Indiana, Amerika Serikat.
Survei bertajuk "The National Survey of Sexual Health and Behaviour" (NSSHB) ini adalah satu studi paling komprehensif mengenai seksualitas di Negeri Paman Sam itu dalam dua dekade terakhir. Kajian di dalamnya termasuk pengalaman seksual dan perilaku penggunaan kondom pada 5.865 remaja dan dewasa berusia 14 hingga 94 tahun.

Disebutkan dalam hasil survei tersebut, 85 persen pria melaporkan bahwa pasangannya mengalami orgasme selama hubungan seks terakhir. Namun, hal ini agak aneh karena rupanya hanya 64 persen wanita melaporkan mengalami orgasme selama hubungan seks terakhir. Para peneliti menyebutkan bahwa perbedaan ini terlalu besar. Bisa jadi, banyak pria yang juga berpasangan dengan pria.

Beberapa hal dari survei tersebut, antara lain :

- Satu di antara empat aktivitas hubungan intim melalui vagina terlindungi dengan kondom (satu di antara tiga aktivitas pada mereka yang belum menikah).

- Ada beragam perbendaharaan seksual di kalangan orang dewasa Amerika. Lebih dari 40 kombinasi aktivitas seksual tergambarkan dalam kegiatan seksual yang mereka lakukan akhir-akhir ini.

- Banyak orang dewasa menjalankan kegiatan seksual untuk sekadar senang-senang dengan beragam tipe pasangan dan perilaku.

- Sementara 7 persen wanita dewasa dan 8 persen pria teridentifikasi sebagai gay, lesbian, atau biseksual. Proporsi ini termasuk tinggi dalam kasus ini.

- Kebanyakan remaja AS tidak melakukan aktivitas seks dengan pasangan tetapnya. Sebanyak 40 persen remaja usia 17 tahun melaporkan kegiatan seks vaginal tahun lalu dan hanya 27 persen melaporkan kegiatannya 90 hari lalu.

- Orang dewasa menggunakan kondom hanya sebagai alat untuk meningkatkan gairah, kesenangan, dan orgasme daripada sebagai alat untuk melakukan hubungan seks. (abd/livescience)

Seks Oral Lebih Memuaskan Wanita?

Seks Oral Lebih Memuaskan Wanita?

Rabu, 13 Oktober 2010 | 11:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com Para pria lebih cenderung mudah orgasme saat berhubungan intim lewat vagina, sementara para wanita lebih mudah orgasme dengan beragam posisi, terutama bila seks oral dan vaginal diikutkan.

Itu merupakan salah satu hasil survei terbaru yang dilakukan Pusat Promosi Kesehatan Seksual (Center for Sexual Health Promotion) Universitas Indiana, Amerika Serikat.
Survei bertajuk "The National Survey of Sexual Health and Behaviour" (NSSHB) ini adalah satu studi paling komprehensif mengenai seksualitas di Negeri Paman Sam itu dalam dua dekade terakhir. Kajian di dalamnya termasuk pengalaman seksual dan perilaku penggunaan kondom pada 5.865 remaja dan dewasa berusia 14 hingga 94 tahun.

Disebutkan dalam hasil survei tersebut, 85 persen pria melaporkan bahwa pasangannya mengalami orgasme selama hubungan seks terakhir. Namun, hal ini agak aneh karena rupanya hanya 64 persen wanita melaporkan mengalami orgasme selama hubungan seks terakhir. Para peneliti menyebutkan bahwa perbedaan ini terlalu besar. Bisa jadi, banyak pria yang juga berpasangan dengan pria.

Beberapa hal dari survei tersebut, antara lain :

- Satu di antara empat aktivitas hubungan intim melalui vagina terlindungi dengan kondom (satu di antara tiga aktivitas pada mereka yang belum menikah).

- Ada beragam perbendaharaan seksual di kalangan orang dewasa Amerika. Lebih dari 40 kombinasi aktivitas seksual tergambarkan dalam kegiatan seksual yang mereka lakukan akhir-akhir ini.

- Banyak orang dewasa menjalankan kegiatan seksual untuk sekadar senang-senang dengan beragam tipe pasangan dan perilaku.

- Sementara 7 persen wanita dewasa dan 8 persen pria teridentifikasi sebagai gay, lesbian, atau biseksual. Proporsi ini termasuk tinggi dalam kasus ini.

- Kebanyakan remaja AS tidak melakukan aktivitas seks dengan pasangan tetapnya. Sebanyak 40 persen remaja usia 17 tahun melaporkan kegiatan seks vaginal tahun lalu dan hanya 27 persen melaporkan kegiatannya 90 hari lalu.

- Orang dewasa menggunakan kondom hanya sebagai alat untuk meningkatkan gairah, kesenangan, dan orgasme daripada sebagai alat untuk melakukan hubungan seks. (abd/livescience)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...